HAP! Kena Lem Tikus!

Suatu malam, Rizki memasang 2 buah perangkap lem tikus di kamar kos kami yang baru. Gara-garanya sudah 2x kami menemukan kotoran yang menurut analisa kami adalah kotoran tikus. Lalu setelah Rizki  memasang perangkap tersebut di dekat lemari baju dan di dekat meja, saya tidur duluan.

Beberapa jam kemudian, Rizki membangunkan saya.
“Yang.. bangun, Yang..” ujarnya.
“Kenapa?” Ujar saya, masih ngantuk. 

Nggak lama ada bau aneh tercium oleh hidung saya.

“Dih, bau apaan nih?” Tanya saya.
“Ini kayaknya ada tikus deh kena jebakan.” Jawab Rizki.

Sontak saya kaget. Saya minta Rizki buru-buru menyingkirkan tikus tersebut karena ya ampun baunya yah nggak nahaaaaaan! BAU BANGET yang bingung buat dijelasin pake kata-kata. 

Rizki segera menyalakan lampu. Ternyata setelah dilihat, itu bukan tikus melainkan curut. Curut ini badannya lebih kecil dari tikus, lebih monyong moncongnya dan bau. Pantesan saya heran, sepengetahuan saya sih tikus nggak bikin bau. Air seni atau kotorannya sih iya bau. Rizki lalu mencari plastik dan membawa curut tersebut keluar. Curutnya meronta dan berdecit. Saya nggak berani lihat.
-.-

Keesokan harinya..

Sore itu sepulang kerja hujan gerimis turun, cuaca Jakarta juga agak adem. Di dekat kos kami, ada tukang bakso langganan Rizki sedang mangkal. Karena Kakak yang masih di dalam perut kelaparan, akhirnya saya beli bakso itu. Mangkoknya saya bawa buat di makan di kos, kebetulan di kos yang baru ini kami nggak bawa perlengkapan makan sama sekali.

Sesampainya saya di kamar kos, masuklah saya tanpa menyalakan lampu terlebih dahulu. Dalam keadaan gelap saya berjalan untuk menaruh mangkok di atas meja. Tapi kemudian…. PLEK… kurang lebih kayak gitu ya suaranya. Suara apaan? Itu suara kaki kanan saya yang dengan manisnya nancep di perangkap lem tikus yang dipasang Rizki semalam di dekat meja. ZONK BANGET KAN YAAAAA..

Ibu hamil dalam keadaan laper, bawa mangkok bakso, di kamar yang gelap, nginjek lem tikus. Seumur hidup, ini sekalinya kena lem tikus dan semoga nggak kena-kena lagi! Nelangsa bener saya waktu itu. Berusaha melepas dengan menghentakkan kaki kanan saya rupanya nggak berhasil, bentuk lem itu seperti buku dan sisi satu lagi nemplok di atas kaki kanan saya. Mak, atas bawah kena.

Dengan suasana perut lapar dan hati yang kesal tapi tetap berusaha nggak panik, saya taruh mangkok itu perlahan di atas meja. Dalam keadaan kaki terangkat, saya berjalan terpincang-pincang ke arah kasur, duduk dan berusaha melepas perangkap lem tikus di kaki kanan saya tersebut dengan bantuan kedua tangan saya. Walaupun agak susah tapi berhasil lepas dari kaki kanan saya. Setelah itu saya mencuci kaki saya dengan sabun dan air hangat yang sayangnya nggak ngaruh apa-apa. Lemnya nggak semua hilang dan bekasnya itu masih merekat kuat. Weslah saya habisin dulu aja bakso biar lebih bertenaga, juga sambil menelpon Rizki. Minta dibrowsingin cara menghilangkan lem tikus yang kena di kulit.

Ketika Rizki pulang dari kantor, dia membawa aseton. Hasil browsing sih dengan aseton bisa hilang tuh efek lengket dari lemnya. BORO! Nggak ada hasil apa-apa. Saya makin cranky, Rizki jadi bete karena saya jadi ngomel-ngomel nyalahin dia. HAHAHAHA.

Setelah proses pembersihan cuci kaki pake sabun, bersihin pake aseton, balik lagi cuci kaki pake sabun, terus bersihin lagi pake aseton, ternyata nggak berhasil. Kami berdua akhirnya pasrah, pasang tampang desperate, kesel tapi tetap unyu. #APEU

Lalu tiba-tiba saya terpikir untuk menggunakan olive oil yang saya punya. Biasanya sih saya pake buat pijetin Rizki, atau bersihin make up sebelum pake facial wash.
“Yang, coba pake olive oil deh. Bisa ilang nggak ya?” Ujar saya.
Rizki mengambil olive oil tersebut dan membalur kaki saya.
Guess what?
IT’S WORK! BERHASIL.. BERHASIL.. BERHASIL.. HORE!!!

Efek lengket kena lem tikus itu jadi hilang tak berbekas di kaki saya. Tapi begitu Rizki coba memakai olive oil tersebut untuk menghilangkan bekas lem tikus yang tercecer di lantai ternyata nggak bisa. Jadi tetap harus pake aseton dulu baru olesin olive oilnya. Oh iya, olive oil yang saya punya mereknya Mustika Ratu.

Jadi, kalo besok-besok ada yang kena lem tikus di kulit, please remember this tips:
1. Cuci bersih bagian yang kena lem tikus dengan sabun dan kalo bisa air hangat.
2. Lanjut oles bagian yang udah dicuci air tsb dengan aseton.
3. Terakhir, basuh lagi dengan menggunakan kapas yang sudah dibasahi olive oil.
4. TADAAAAAAA~ Bekas lem tikus di kulit pun sirna!

Tapi, semoga nggak ada yang ceroboh kayak saya sih sampe bisa nginjek lem tikus segala. Hehehehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s