Bride-zilla and Groom-monster.

Pantesan ada istilah Bride-zilla dan Groom-monster. Rupanya istilah itu benar adanya. Hahahaha.

Orang bilang sebelum menikah itu akan ada aja cobaannya. Alhamdulillah, selama persiapan pernikahan kami, nggak ada cobaan yang bikin kami berantem besar sampai kepikiran untuk menggagalkan pernikahan. 

Cobaan bukan datang dari mantan atau orang ketiga tapi lebih ke diri masing-masing. Saya jadi lebih bawel, lebih rempong dan lebih panikan. Mungkin karena saya nggak pengen ada satupun yang kelewat dan jadinya cenderung perfeksionis deh. Huhuhu. Kalo Rizki sih beda lagi, dia masih tetap stay cool dan menenangkan saya ketika saya jadi bridezilla. Groom-monsternya sebelah mana dong? Walaupun dia stay cool tapi jadi lebih susah dikasih tau, which is, sering banget dia malah kena ‘semprot’ saya.

Sebulan, dua bulan, tiga bulan sampai dua minggu menjelang pernikahan, kami masih adem ayem aja.

Taunya kejadiannya malah seminggu sebelum pernikahan, saya marah banget sama dia cuma gara-gara dia terlalu fokus ngurusin properti photobooth yang sebenernya penting-tapi-gak-begitu-penting-juga sih. Janjinya dia mau beresin sebulan sebelum pernikahan, tapi kenyataannya seminggu sebelum pernikahan masih sibuk bikin ini-itu, print ini-itu sampe kita berdua begadang. KZL BGT. 

Terus pas mau berangkat ke Bandung kan janjian barengan tuh H-2 karena kita masih ada acara meeting final sama pihak venue, MC, dekorasi, dan band di venue (f*ckyeah pingitan), tapi pas hari itu kita jadwalin ke Bandung pagi-pagi supaya nyampe Bandung siang, eh dia sampai pool travel terlambat 30 menit dari jadwal keberangkatan travel. Alhasil, kita ditinggalin travel, dan jadwal yang paling dekat bukan di pool travel tempat kita ketemu, tapi di Senayan City. Ya udah nyampe Bandung jadinya sore-sore karena kita harus cabut dari pool di Karet ke pool di Senayan City. KZL BGT LG.

Tapi, itu aja sih sekelumit cobaan yang bikin kita berantem (saya marah ke dia dan dia kesel ke saya karena sayanya nggak santai) sisanya alhamdulillah banget dilancarkan. Dan sekalipun saya lagi kesel sama dia, kekesalan itu nggak mengurangi sedikitpun perasaan sayang dan keyakinan saya untuk menikah dengan dia. We meant to be together berarti yaaa? Hehehe. InsyaAllah.

Jadi, buat yang lagi mau persiapan nikah, saran dari saya adalah HARUS MENYIAPKAN MENTAL DIRI SENDIRI DULU SEBELUM MENYIAPKAN TETEK-BENGEK PERNIKAHAN. Mental untuk bersabar karena nggak semua hal bakalan sesuai sama harapan dan rencana kamu, mental untuk tetap tenang menyatukan keinginan dua belah pihak keluarga dan mental untuk tetap yakin sama pasangan kamu sekalipun kamu lagi kesel sama dia. Hehehe.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s